Selasa, 26 Februari 2019
"Pengorbanan seorang Ibu pada Anaknya"
Di kisahkan ada sebuah pohon apel yang sangat besar,
Disekitar pohon ini ada seorang anak kecil yang bermain dengannya setiap hari
Anak itu biasa memanjat pohon itu dan memakan buahnya, biasa pula dia berteduh di bawahnya untuk tidur.
Sang anak ini sangat mencintai pohon tersebut dan begitu pula sang pohon sangat mencintai anak tersebut.
Zaman berlalu,anak itupun telah tumbuh besar,Sehingga jadilah anak itu tidak bermain lagi dengan pohon itu setiap hari.
Pada suatu hari, anak ini kembali pada pohon itu dalam keadaan bersedih hati,
Pohon itu berkata: kemarilah wahai nak, bermainlah denganku,
Anak itu menjawab:
Aku bukanlah anak kecil lagi tuk bermain dengan mu,
Aku menginginkan beberapa permainan dan uang untuk membeli permainan itu,
Pohon itu menjawab: duhai nak aku tidak memiliki uang!!!
Akan tetapi, kau bisa mengambil semua buah apel yang ada padaku sehingga kau bisa menjualnya dan mendapatkan uang yang kau inginkan untuk membeli mainan yang kau harapkan.
Anak itupun bahagia karena tujuannya tercapai.
Mulailah anak itu memanjat pohon itu, mengumpulkan semua buahnya, kemudian dia berlalu meninggalkan pohon tersebut dengan cepat untuk menjualnya.
Anak itu tidak kembali-kembali setelah kejadian itu.
Sehingga pohon itu menjadi amat sedih dengan kepergiannya,
Pada suatu hari, anak ini kembali akan tetapi dia sudah menjadi seorang laki-laki dewasa,
Pohon itu sungguh sangat bahagia dengan kepulangan anak tersebut seraya berkata: kemarilah wahai nak dan bermainlah denganku
Akan tetapi anak itu menjawab: sungguh aku tidak memiliki waktu untuk bermain dengan mu,
Kini aku sudah menjadi laki-laki dewasa, menjadi seorang yang beratanggung jawab terhadap keluargaku (istri dan anakku),
Dan kami membutuhkan rumah yang bisa melindungi kami,
Apakah engaku bisa membantu kami?
Pohon itu menjawab: duhai nak, maafkanlah daku, aku tidak memiliki rumah,
Akan tetapi engkau bisa mengambil semua batang dan rantingku sehingga kau bisa membuat rumah yang au inginkan,
Lelaki itupun mengambil semua batang pohon apel itu dan pulang dengan bahagia,
Pohon itu begitu bahagia melihat laki-laki itu bahagia,akan tetapi setelah itu, laki-laki itu tidak kembali lagi padanya,
Pohon itu kembali menyendiri dengan perasaan sedihnya,
Pada suatu hari yang panas dimusim semi
Laki-laki itu kembali pada pohon itu,
Pohon itu begitu bahagia dengan kepulangan laki-laki itu,
Pohon itu berkata: kesinilah duhai nak, bermainlah deganku,
Laki-laki itu menjawab:
Sungguh aku sudah sedikit tua dan aku ingin pergi berlayar mengarungi lautan pada satu tempat untuk istrahat,
Apakah engkau bisa memberikanku satu perahu?
Pohon itu menjawab: ambillah batangku dan buatlah perahu,setelah itu kau bisa berlayar ketempat yang jauh dan kaupun akan bahagia,
Laki-laki itu kemudian menebang batang pohon itu dan menjadikannya perahu,
Kemudian dia pergi dengan perahu tersebut dan tidak kembali dalam jangka waktu yang sangat lama,
Pada akhir cerita,
Laki-laki ini kembali pada pohon tersebut setelah lama meninggalkannya,
Akan tetapi pohon itu berkata:
Maafkanlah aku duhai anakku,
Aku sudah tidak memiliki apa-apa lagi. Tidak ada yang kembali dari padaku,
Aku sudah memberikannya semua kepadamu
Buah apel,ranting,dan Batang sudah tidak ada,
laki-laki itu berkata:
Aku sudah sangat tua nan lemah dan akupun sudah tidak sanggup berdiri dikerenakannya,
Pohon itu menjawab: adapun aku duhai yang kucintai...
Aku sudah tidak memilki apa-apa lagi untuk memberikannya kepadamu,
Dia pun berkata dengan air matanya yang jatuh karena kesedihannya:
Duhai yang tertinggal padaku hari ini tinggal akar dan bangkai,
Laki-laki itu berkata: semua yang ku ingnkan hanyalah sebuah tempat yang aku bisa istrahat padanya, sungguh aku begitu lelah setelah kehidupan yang bertahun –tahun ini,
Pohon itu berkata:
Akar pohon ini jadikanlah ia tempat untukmu beristrahat,
kemarilah..kemarilah..dan duduklah untuk beristrhat kepdaku,
laki-laki tua itupun duduk pada akar pohon itu sehingga membuat pohon itu sangat bahagia,
Dia tersenyum sedangkan air matanya memenuhi pipinya,
Apakah kalian mengetahui siapakah pohon ini?
Dia adalah ibumu.. Wanita yang melahirkan, merawat dan membesarkan mu..
Bukan kisah nyata manun semoga kita bisa mengambil pelajaran akan kasih sayang seorang ibu yang begitu besar pada anaknya.
Terima Kasih ibuku.. Maafkan anakmu..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
HIKMAH PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA - ppt download
HIKMAH PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA - ppt download : Hikmah perkembangan Islam di Indonesia dapat kita pahami dari peranan umat Islam d...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar